Sabtu, 03 November 2012
Akibat Main Mobil Goyang
Namaku Audrey, aku ingin menceritakan pengalaman pahit yang sampai
sekarang masih menjadi trauma yang sangat hebat bagiku. Pada waktu
kejadian ini menimpa dIriku aku masih siswi SMU kelas 3 di salah satu SMU negeri di Jakarta barat. Kata teman-temanku, wajahku mIrip aktris Hongkong Cecilia Cung. Aku lahir di Sumatera dan baru ke Jakarta waktu SMU. Aku tinggal sendIrian
di Kost di daerah kota waktu itu. Keluargu masih tinggal di Sumatera.
Ayahku mempunyai perkebunan yang cukup besar disana. Aku tinggal sendIrian
di Kost di daerah kota. Di sekolah aku sangat aktif di kegiatan
ektrakurikuler. Pada tahun pertama aku dipilih menjadi menjadi pemain
inti team volley dan basket di sekolahku. Karena prestasiku yang sangat
menonjol di dalam team, guru olahragaku sangat kagum kepadaku. Aku
mengganti Lina yang menjadi kepala team Volley dan Basket saat itu dan
posisi ini diberikan kepadaku. Lina adalah teman sekelasku. Sejak
dipegang olehku team volley dan basket sekolahku menjadi juara 2 team
volley dan dan juara 3 team basket di seluruh SMU negeri di Jakarta.
Pada waktu dipegang oleh Lina, prestasi team volley dan basket sekolah
sangatlah buruk. Setelah team volley dan basket dipegang olehku, Lina
aku keluarkan dari team volley maupun basket karena kulihat dia suka
menjadi provokator yang membuat kekompakan team terganggu. Setelah Lina
aku keluarkan dia marah besar padaku dan protes kepada guru olahragaku,
tapi karena guru olahragaku takut kehilanganku dari team maka protes itu
tidak digubrisnya. Lina sangatlah Iri dan benci
kepadaku. Mulai dari kejadian itu Lina berusaha untuk membalas dendam
atas perbuatanku. Masih kuingat awal kejadiannya dengan jelas. Pada saat
itu pelajaran terakhir kelasku adalah pelajaran olahraga. Aku memakai
kaos olahraga dan celana olahraga sekolahku yang bewarna abu-abu. Pada
waktu aku sedang melakukan latihan volley kulihat Lina memperHatikanku
terus, aku berusaha tidak melihatnya. Setelah selesai pelajaran
olahraga dan pada waktu itu aku hendak balik menuju ke kelasku, Lina
mengikutiku dari belakang dan memangilku, aku cukup kaget dia
memangilku. Dia menghampIriku dan meminta maaf atas
protes yang dia ajukan kepada guru olahragaku. Dia bilang dia turut
bangga dengan prestasi team volley dan basket sekarang ini. Lina lalu
menjabat tanganku meminta maaf sekali lagi kepadaku, sebagai tanda
penyesalasannya dia mau mentraktirku di sebuah cafe. Pertama aku
menolaknya karena aku tidak mau merepotkannya, tapi dia terus memohon
kepadaku. Aku melihat dari raut mukanya dia kelihatannya menyesal lalu
aku menerima tawarannya karena merasa tidak enak dengannya. Yang tidak
kusadari saat itu, semua itu hanya sandiwara dan jebakannya belaka untuk
melaksanakan rencana balas dendamnya terhadapku. Lina mengajakku di
tempat parkir sekolah dimana dia memarkir mobilnya. Kami berdua masuk ke
dalam mobil Honda CRV Hitam miliknya. Dalam waktu 20 menit sampailah
kami di sebuah ruko baru. Kami berdua turun dari mobil dan masuk ke
dalam ruko. Kami langsung disambut oleh seorang Ibu. Ibu ini
mempersilahkan kami masuk ke lantai 2 dimana terdapat meja dan kursi
yang telah disusun dengan rapi. Ibu itu bilang karena cafenya baru akan
buka besok maka hari ini masih sepi dengan pengunjung. Ibu itu
menyodorkan menu makanan kepada kami. Kami memesan makanan dan lemon
tea. Setelah 5 menit turun ke lantai dasar ibu naik dengan membawa 2
gelas lemon tea. Lina langsung meneguk habis gelas yang berisi lemon tea
tersebut lalu akupun menyusul manghabiskan lemon tea karena sudah
kehausan sekali setelah tadi habis berolahraga di sekolah. Sambil
menunggu makanan, kami mengobrol mengenai team volley dan basket sekolah
kami, 20 menit kemudian naiklah ibu itu dengan membawa beberapa pIring
makanan yang telah kami pesan. Kami berdua mulai menyantap makanan
tersebut. Setelah selesai makan aku merasa sedikit aneh denganku,
kepalaku terasa agak pusing dan mulai merasakan ngantuk yang luar biasa,
penghilatanku agak kabur dan badanku terasa lemas. Setelah itu aku
tidak tahu sadar lagi apa yang terjadi berikutnya denganku. Waktu aku
sadar aku berada di suatu ruangan yang sangat panas sekali sepertinya di
ruangan sauna, aku masih memakai kaos olahraga abu-abu sekolahku dan
rok abu-abu SMU yang sangat basah oleh keringatku. Posisi dalam posisi
duduk kaki dan tangan terikat tali dan mulutku disumpal. Aku baru sadar
dengan apa yang terjadi denganku saat itu dan baru menyadari semua ini
hanya jebakan dari Lina. Aku sungguh sangat menyesal telah menerima
ajakannya. Aku berharap dapat keluar dari tempat ini tanpa terjadi
sesuatu yang buruk terhadapku. Aku mulai mencari jalan keluar dan
berusaha untuk melepaskan dIri dari ikatan di tangan
dan kakiku tapi usahaku sia sia saja. Aku hanya dapat berdoa agar Lina
merubah jalan pikirannya dan melepaskanku bahkan aku bersedia minta maaf
kepadanya karena telah mengeluarkannya dari team volley dan basket.
Lima menit kemudian masuklah ibu tadi dengan membawa sebuah handuk yang
basah, tanpa sepatah katapun ibu itu lalu mendekatiku dan membekap
hidungku dengan handuk yang telah dibasahi dengan cairan di dalam botol
tersebut. Aku meronta ronta berusaha menghindar dari bekapan handuk yang
dipegang oleh ibu itu tapi karena dalam keadaan terikat aku tidak bisa
berbuat banyak. Tak lama kemudian aku sudah tak sadarkan dIri lagi. Setelah sadar dIriku
dalam keadaan terikat dan duduk di sebuah kursi dan dihadapanku ada
sebuah TV besar. Aku merasakan seluruh badanku terasa sakit dan anusku
terasa sangat perih. KuperHatikan pula seluruh yang
kupakai telah diganti mulai dari BH olahraga, cd, baju olahraga, rok
abu-abu SMU. Tiba-Tiba di TV besar itu muncul tayangan terlihatlah aku
dalam keadaan terikat dan tak sadarkan dIri di ruangan sauna. Rupanya tayangan adalah yang terjadi padaku selama aku tak sadarkan dIri. Tak lama kemudian Ibu tadi dan Lina membuka ikatan di tangan dan kakiku dan membawaku yang tak sadarkan dIri
ke sebuah kamar tidur yang besar. Aku dibaringkan di atas tempat tidur
lalu ibu itu membuka Kaos dan rok yang dipakainya lalu ia menghampIriku.
Ia mengambil digital camera dan mulai memotretku lalu ia melepaskan
baju olahraga beserta rok SMU-ku yang basah oleh keringatku. Baju
olahragaku diciumnya terutama di bagian yang sangat basah oleh
keringatku sambil melakukan onani, demikian pula rok smuku diciumnya dan
kemudian diberikan kepada Lina yang turut menikmati aroma keringat yang
ada di baju olahragaku dan rok SMU-ku. Aku yang masih memakai bh
olahraga dan cd berwarna biru dipotretnya lalu ia melepaskan bh dan
cdku. CDku yang basah oleh keringat diciumnya terutama di bagian yang
ada bekas cairan yang berasal dari vaginaku dan ini sangat merangsang
sekali buatnya lalu cd dan bhku diberikan kepada Lina untuk dinikmati
juga. Aku baru pertama kali menyaksikan perilaku seksual yang sangat
aneh seperti itu. Mereka sangat bernafsu sekali mencium aroma
keringatku. Ibu itu memotretku lagi dalam keadaan bugil, buah dadaku
serta bulu-bulu halus disekitar vagina dipotretnya bibir vagina
dibukanya dan juga dipotretnya close up, kemudian badanku dibaliknya
sehingga posisiku sekarang terlungkup dan kedua kakiku dilebarkan
selebar mungkin sehingga kelihatan dengan jelas lubang anusku dan
kemudian dipotretnya dengan close up. Ibu itu membalikkan badanku dan
mulai menciumku dengan nafsu dan menjilati telingaku dan leherku lalu
kedua puting payudaraku dihisapnya dengan penuh nafsu, payudaraku
diremas remasnya dan putingku digigitnya dan dipelintirnya, lalu ia
mencium dan menjilat pahaku. Kedua kakiku direntangkan dengan lebar
sehingga lubang kemaluanku beserta bulu-bulu halus disekitarnya
kelihatan dengan jelas lalu ia mulai menjilat bibir vaginaku dengan
penuh nafsu sambil memasukkan kedua jarinya ke dalam lubang vaginaku
selama beberapa saat. Ibu itu kemudian membuka bh dan celana dalamnya
sendIri dan mulai mendekatkan vaginanya ke vaginaku
sedekat mungkin dan mulai mengesekannya sambil menarik kedua kakiku
supaya gesekannya dan kenikmatan yang diperoleh semakin nikmat. Ia terus
mengesekan vagina ke vaginaku sampai ia mengeluarkan lendir putih dari
lubang vagina dan mencapai orgasme. Badanku lalu dibalikan lagi dan
pantatku dilebarkan sehingga lubang anusku kelihatan dengan jelas lalu
ia menusukan kedua jarinya ke dalam anusku dikocoknya dengan kedua
jarinya. Ibu itu lalu mengambil penis buatan dan dilumasinya dengan
cairan. Lubang anusku yang akan menjadi sasaran penis buatan tersebut.
Dengan agak susah payah ia berusaha untuk memasukan penis buatan itu ke
dalam anusku. Akhirnya dengan paksa ia berhasil juga memasukan penis
buatan itu dan terus memasukan sampai dalam sekali dan ditekannya terus
penis itu selama beberapa saat. Aku yang masih tak sadarkan dIri
tidak merasakan penyiksaan yang dilakukan terhadap anusku. Anusku
diperlakukan dengan kasar tanpa ampun dengan penis buatan itu sampai ibu
itu merasa puas dan lemas. Kemudian tayangan di TV berhenti. Aku merasa
malu sekali terhadap apa yang telah terjadi kepada dIriku,
dan sangat tertekan dan ketakutan sekali dengan apa yang baru saja aku
saksikan di layar tv tadi. Tiba-tiba masukkah Lina ke dalam ruangan
dimana aku berada sambil mengejek dan merendahkanku. Ia berkata akan
sambil tersenyum senang karena telah berhasil membalaskan dendam
terhadapku dan ini belum cukup katanya sambil menyodorkan sebuah vcd dan
beberapa buah album foto. Lina berkata vcd ini berisi tayangan yang
baru aku saksikan dan foto foto di album ini berisikan perkosaan yang
baru saja menimpa dIriku dan dia akan memperbanyak vcd
dan foto-foto tersebut dan vcd dan foto-foto ini akan diposkan ke
sekolah dan diedarkan ke internet dan ia akan mencari alamat rumah orang
tuaku di Sumatera dari arsip di sekolah dan mengIrimkan
vcd dan foto tersebut ke alamat orang tuaku kalau Aku tidak bersedia
menandatangai 2 lembar kertas yang baru disodornya kepadaku. Aku sangat
ketakutan mendengar ancaman yang baru saja dilontarkan Lina kepadaku
serasa mau pingsan. Aku tidak tahan menerima penderitaan ini. Aku merasa
sangat tertekan dan ketakukan sekali kalau vcd dan foto-foto ini sampai
dilihat oleh seluruh siswa di sekolahku, lebih-lebih lagi betapa
malunya kalau sampai ketahuan oleh kedua orang tuaku. Lina memaksaku
membaca isi 2 lembar kertas itu sambil tersenyum gembira. Aku mulai
membaca isi surat pernyataan persetujuan yang inti isinya, Aku harus
bersedia setiap saat menuruti segala perintah dan kemauannya serta tidak
boleh membantah sedikitpun perintahnya kepadaku. Aku harus menerima
segala resiko yang buruk atas perintah yang ia berikan kepadaku dan
berjanji tidak akan menuntut juga tidak akan melaporkannya ke Polisi.
Kalau melanggar isi dari persetujuan ini vcd dan foto-foto ini akan
disebarkan olehnya. Lina terus mengancamku untuk segera menanda tangani
isi perjanjian ini akhirnya karena tidak ada pilihan aku menandatangi
kedua lembar surat perjanjian persetujuan antara kami berdua. Lina
melonjak girang karena aku sudah ditaluknya dan nasibku selanjutnya
berada ditangannya dan dia bebas menjalankan segala kemauannya kepadaku.
Lina mengajakku keluar dan memberiku HP berikut nomornya. HP itu harus
terus kunyalakan karena setiap saat ia akan memberikan perintahnya
kepadaku lewat HP tersebut. Jika Hp itu aku matikan Akibatnya
vcd dan foto tersebut akan ia sebarluaskan. Lina mengantarku kembali ke
tempat kostku dan ia mengancam harus merahasiakan kejadian ini kalau
aku melanggar akan menerima resikonya. Lina berkata kepadaku besok dia
akan memberikan perintah pertamanya kepadaku. Ia bilang akan membawaku
ke suatu club fetish dan bondage besok. TAMAT
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar